Siapa yang suka cokelat?
Hmmm … saya juga suka cokelat. Tapi tahukah anda kalau Indonesia
adalah Negara penghasil kakao terbesar kedua di dunia?
Berawal saat saya menyaksikan salah satu acara di metro tv, saya
terkagum sekaligus bersedih karena saya termasuk salah satu orang yang baru
tahu kalau daerah Poso dan sekitarnya sebagai penghasil biji kakao kualitas
terbaik. Namun sayangnya, petani dan industri Indonesia sendiri belum menikmati
sepenuhnya betapa lezat keuntungan yang diperoleh dari biji kakao.
Sekitar 450.000 ton biji kakao hasil petani Indonesia diekspor
langsung ke Malaysia dan Singapura. Di Negara-negara tersebut biji kakao diolah
menjadi produk bernilai tinggi yang diekspor ke Amerika dan Eropa bahkan ke
Indonesia juta. Dengan begitu keuntungan besar justru lebih dinikmati oleh Negara
lain.
Banyak orang yang dengan bangga membeli batangan cokelat berlabel
merk Swiss yang terkenal enak dan mahal. Padahal lembutnya cokelat itu bisa
jadi berawal dari biji kakao yang ada di tanah Indonesia, yang dihasilkan oleh
petani Indonesia.
Jadi, sudah banggakah anda sebagai orang Indonesia?
Kandungan cokelat :
Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh.
Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak.
Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat
menurunkan tekanan darah [7] .
Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan
kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti
oksidannya yang
dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.
http://id.wikipedia.org/wiki/Cokelat
http://posocity.wordpress.com/2009/06/02/lezatnya-keuntungan-kakao/
