Unik sekali. Apapun materi kuliah dan siapapun dosennya, selalu saja membahas masalah bawang. Entah dalam pelajaran pengantar Bisnis, Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, ataupun pelajaran PKN. Bukan lagi jengah, tapi saya sampai mual membaca dan menonton berita tersebut secara berulang-ulang. Bahkan sepanjang hari, ada saja suara-suara yang tak lepas dari kata BAWANG.
Hei, saya ingin marah, sedih, sekaligus tertawa.
Lucunya negeri ini. Ada apa sih di negeri ini? negeri yang katanya kaya akan sumber daya alam, yang katanya tanah kita "tanah surga". Lalu kenapa masih saja ada jeritan sana-sini? di bagian Indonesia yang jauh disana, tepatnya di Papua, saya dengar sedang mengalami gizi buruk bahkan hingga meregang nyawa. Bagaimana saya bisa menjelaskan kepada anak saya kelak? apakah saya masih bisa bercerita dengan penuh kebanggaan tentang tanah yang kita miliki dengan harga mahal ini, dengan tumpah darah pejuang-pejuang yang mereka pikir, mereka rela melakukannya demi kemakmuran anak-cucunya kelak. Dan nyatanya, TIDAK!
Begitu kreatif dan cerdasnya pemimpin kita, yang dapat membuat Indonesia menjadi negeri seribu musim (kelangkaan). Hari ini langka bawang, kemarin langka daging sapi, lalu cabai, BBM, dll. Terlalu kreatifnya mereka sehingga dapat mengobrak-abrik perasaan kaum 'bawah' dinegeri ini. Tidak bisa saya bayangkan, bagaimana cara seorang pedangan kaki lima, penjual barang keliling, dan orang-orang yang berpenghasilan jauh dibawah UMP dapat mengatur urusan perut untuk dirinya, istrinya, dan juga anaknya. Jika urusan bawang saja harus merogoh kocek dalam, bagaimana soal pendidikan? bagaimana soal tagihan listrik yang KATANYA akan naik lagi, bagaimana, bagaimana, dan bagaimana mengurusi seluruh kebutuhan hidupnya.
Suatu judul artikel di berita online republika menarik perhatian saya "Teori Ekonomi Tak Bisa Jelaskan Naiknya Harga Bawang" artikel tersebut berisi :
Ekonom dibuat geleng-geleng dengan fenomena naiknya harga bawang. Ekonom INDEF, Enny Sri Hartati, mengatakan persoalan harga bawang ini tidak bisa dijelaskan dengan teori umum.
Pasalnya, kata dia, kenaikan harga hanya disebabkan oleh persoalan demand dan suplai. sementara selama dua bulan ini tidak ada lonjakan permintaan (demand) atau tidak ada masalah dari sisi suplai. "Tidak ada distorsi dari negara asal impor, nggak ada goncangan dari sisi suplai," ujar Enny.
Ia mengatakan negara asal seperti Cina dan India tidak mengalami gangguan produksi atau kenaikan harga. Artinya, secara logika berapapun jumlah yang ingin diimpor, barang tersedia.
Tertahannya 332 kontainer bawang putih di pelabuhan Tanjuk Perak, Surabaya, Jawa Timur, semestinya tidak begitu mempengaruhi kenaikan harga bawang secara drastis. Menurut dia, bawang termasuk katagori barang yang tahan lama.
Artinya, kata Enny, semestinya masih ada stok yang tersedia sejak beberapa bulan sebelumnya sebagai cadangan untuk mengganti stok bawang yang tertahan di pelabuhan. Berdasarkan informasi data dari kementrian perdagangan kontainer yang tertahan setara dengan 9.686 ton.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/mikro/13/03/16/mjqg8f-teori-ekonomi-tak-bisa-jelaskan-naiknya-harga-bawang
Popular Posts
-
Jakarta Fashion and Food Festival 2013 kembali mempersembahkan pagelaran busana dari deretan desainer ternama Indonesia (Priyo Oktaviano,...
-
A. PERUSAHAAN A.1. PENGERTIAN PERUSAHAAN Molengraaff Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang di...
-
Hai ....... Terima kasih sudah mau mampir ke halaman rumah maya saya zhamelaa.blogspot.com Berawal dari rasa penasaran saya mengenai du...
-
Yuk diorder celana kerennya ...... Harga MURAH!!!! Jegging Zara Bahan Soft Jeans dan Jeans Good Quality Ukuran 27 - 30 Rp. 95.00...
-
Tertulis dalam Wikipedia : Cukang Taneuh atau Green Canyon adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kerta...
-
Unik sekali. Apapun materi kuliah dan siapapun dosennya, selalu saja membahas masalah bawang. Entah dalam pelajaran pengantar Bisnis, Ekonom...
-
Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan , yang dibuat dengan teknik tusuk jelujur kemudian diikat ta...
-
Siapa yang suka cokelat? Hmmm … saya juga suka cokelat. Tapi tahukah anda kalau Indonesia adalah Negara penghasil kakao terbes...
musik
Senin, 08 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar